Menu Bar

Jumat, 01 Mei 2015

Catatan Kecil Hari Buruh Internasional 2015 (Selamat Hari Buruh Internasional !!!)

Catatan Kecil Hari Buruh Internasional 2015
Oleh : WAHYU RESTIAFANDI

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh
Apa kabar para pembaca Blog yang budiman. Sudah lama rasanya saya tidak mengurus blog pribadi saya ini dan tidak posting apa - apa. Yaa maklumlah karena banyak kesibukan, baik di kampus, organisasi, kegiatan dakwah, kegiatan rumah, dan (bla...bla...bla....bla..). Bahkan mungkin hampir satu tahun blog terbengkalai dan tak terawat. Ditambah dengan beban perkuliahan yang semakin menggila......Hahahahahahaha.

Baiklah, saya tidak akan memperpanjang mukaddimah. Daripada semakin ngawur, saya akan sedikit memposting mengenai HARI BURUH INTERNASIONAL.....(Lho...Kok ??)

Yaa, walaupun saya seorang mahasiswa dan boleh dibilang BUTA mengenai seluk beluk Perburuhan Indonesia, apalagi Dunia, tak ada salahnya kan sedikit mengulas mengenai peringatan yang sejarahnya telah diperingati di Negeri Amerika Serikat secara resmi pada tahun 1897.




Sedikit berbicara mengenai peringatan Hari Buruh Internasional, khusus di Indonesia peringatan ini sebenarnya telah ada pada tahun 1920-an (Wikipedia). Namun pada tahun 1970, Presiden RI ke-2. Soeharto melarang segala bentuk kegiatan yang bertemakan hari Buruh Internasional ini karena dianggap sebagai kegiatan yang dikategorikan subversif dan diduga berideologikan komunis. Sehingga pada masa orde baru, tidak ada lagi yang namanya kegiatan memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei ini

Barulah pada orde reformasi, kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional kembali dihidupkan, walaupun bukan dikategorikan sebagai hari Libur Nasional. Barulah pada tahun 2013 pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional yang baru diberlakukan pada tahun 2014. Kegiatan Hari Buruh ini biasanya diisi dengan aksi Orasi, Longmarch, Unjuk Rasa, Pawai dsb...

Berbicara mengenai konteks peringatan hari Buruh Internasional, bisa dikatakan bahwa hampir setiap tahun, hal - hal yang diperjuangkan para buruh dalam Hari Buruh Internasional ini relatif sama. Tapi khusus di tahun 2015 ini, para buruh memperjuangkan aspirasinya yang termaktub dalam "Nawa Duka Buruh Indonesia 2015" :

1. Tolak upah murah
2. Hapus sistem kerja kontrak/outsourcing,
3. Revisi Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 65 Tahun 2014 tentang Pedoman Survey KHL,
4. Tegakkan hukum di bidang ketenagakerjaan,
5. Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak dan Turunkan harga kebutuhan pokok,
6. Lawan pemberangusan serikat buruh (union busting),
7. Bubarkan pengadilan hubungan industrial, 6. evaluasi dan audit pelayanan BPJS kesehatan,
8. Berikan hak dan perlindungan bagi pekerja berbasis rumahan (home base worker),
9. Tolak pembangunan rusunawa yang dibiayai dari uang buruh

Memang,  masalah kesejahteraan buruh merupakan persoalan klasik yang dihadapi kaum pekerja Dunia, khususnya Indonesia. Upah minimum yang dianggap tidak layak, tunjangan sosial yang tidak memadai, fasilitas yang didapatkan buruh jauh dari harapan dan permasalahan kontrak kerja serta hubungan kerja dengan atasan merupakan sebuah cerita lama yang bahkan sampai detik ini belum ada solusi yang kongkrit dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini..

Sebagai mahasiswa, saya melihat permasalahan ini dari dua sisi, Pemerintah dan Buruh. Pemerintah sebagai Regulator dan Pelindung Nasib Buruh Indonesia belum mampu untuk mengatasi berbagai permasalahan kesejahteraan dan kehidupan layak bagi buruh. Pemerintah masih fokus pada kepentingan pengusaha, investor, dan pemilik modal sehingga lalai dan lupa terhadap nasib buruh yang semakin hari semakin dirundung duka lara, karena upah yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, ditambah lagi dengan kondisi lingkungan kerja yang dianggap tidak memadai dan perlindungan nasib buruh yang dianggap masih setenggah hati

Namun, saya juga memberikan suatu catatan terhadap Buruh Indonesia. Mengutip pernyataan dari Bapak Anis Matta :
"Hari Buruh adalah momentum yang tepat untuk mengolaborasikan ide-ide tentang jalan menuju kesejahteraan.
Dalam hal kesejahteraan, dua isu utama adalah; UPAH dan JAMINAN SOSIAL.
Masalahnya, kita punya limit pada keduanya
Sementara kita hidup dalam ekonomi konsumtif yang menuju kenyamanan hidup secara unlimited....
Padahal kemampuan kita sangat terbatas...
Karena itu, jika kita ingin meningkatkan kesejahteraan, yeng perlu ditransformasi adalah kapabilitas Buruh Indonesia menjadi "KNOWLEDGE WORKER" "
Dari pernyataan ini dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa Kaum Buruh Indonesia harus bisa memanfaatkan moment Hari Buruh sebagai batu loncatan untuk mentransformasikan diri dari keadaan sebelumnya, hanya sebagai buruh biasa menjadi buruh yang "Knowledge Worker"

Dan Terakhir.... Izinkan saya mengucapkan "SELAMAT HARI BURUH INTERNASIONAL TAHUN 2015". Semoga Kaum Buruh Indonesia semakin sejahtera dan mampu menjadi "Knowledge Worker"

Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar